Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Mei 2021

Resensi Buku : Quiet Impact

 


 

Penulis                 : Sylvia Loehken                                   

Penterjemah        : Alex Tri Kantjono Widodo

Penerbit               : PT Gramedia Pustaka Utama - Jakarta                         

Halaman              : xviii + 307 hal;

Cetakan/ Tahun  : 2016 (C 2014)  

Genre                  : Pengembangan Diri

 

Pertama kali menemukan buku ini disebuah bazar buku. Melihat buku ini seperti menemukan harta karun. Sebuah buku tebal yang berbicara tentang pribadi introver. Apalagi dengan harga yang sangat murah. Pada mulanya aku mengira ini adalah buku yang ditulis oleh Susan Cain. Tapi ternyata setelah dibaca dan diperhatikan dengan seksama ternyata bukan. Hanya sampul bukunya yang agak mirip dengan gradasi warna abu-abu.

 

Konten buku ini ternyata lumayan berisi. Ia semacam buku panduan untuk menjadi pribadi introver yang sukses dan berhasil dalam kehidupan dan dunia kerja. Buku ini tak melulu bicara dari sisi introver semata, ia juga banyak berbicara dari sisi yang sebaliknya yaitu ekstrover. Menariknya buku ini juga mengambil sudut pandang seorang ekstrover terhadap orang-orang introver dan begitu sebaliknya. Sehingga buku ini terlihat berimbang. Mari berbicara lebih dalam lagi mengenai buku ini.

 

Buku ini bukanlah buku yang ingin merubah orang yang sudah jadi introver agar menjadi seorang ekstrover. Justru sebaliknya ia memberikan pemahaman dan pandangan bahwa menjadi orang yang introver itu bukanlah sebuah kegagalan. Orang introver adalah orang-orang yang sukses. Bahkan hampir semua orang yang sukses dalam karir dan pencapaiannya di dunia ini adalah seorang introver. Bahkan Rasulullah Muhammad Salallahu alaihi wasssalam saja adalah orang introver. Jadi kita itu terlebih dahulu harus menerima bahwa kita ini adalah seorang introver dan tak perlu harus merubah diri agar terlihat menjadi orang yang menyenangkan seperti orang ekstrover. Maka buku ini lah jawabannya.

 

Menurut Loehken setidaknya ada 10 kekuatan yang dimiliki oleh orang yang introver. Diantaranya adalah : 1) Kewaspadaan; 2) Substansi – hanya berbicara tentang hal yang bermakna; 3) Konsentrasi; 4) Mendengarkan; 5) Sikap tenang; 6) Berpikir analitis; 7) Kemandirian; 8) Kegigihan; 9) Menulis; 10) Empati.

 

Berikut pula 10  hambatan dan kendala yang dimiliki oleh orang yang introver : 1) Rasa takut; 2) Perhatian berlebihan terhadap detail; 3) Rangasangan berlebihan; 4) Sikap pasif; 5) Melarikan diri; 6) Terlalu mengandalkan otak; 7) Membohongi diri sendiri; 8) Fiksasi; 9) Menghindari kontak; 10) Menghindari konflik.

 

Setelah dibaca dan direnungi dengan mendalam ternyata 10 kekuatan dan 10 hambatan yang dirangkum oleh Loehken ternyata hampir semuanya ada pada diriku. Dan memang ternyata  lagi-lagi ada bukti bahwa aku ini memang orang yang introver. Namun keadaan itu bukanlah hal yang membuatku menjadi orang yang biasa saja. Justru dengan keadaan sifat dan karakterku yang seperti ini aku terus berjuang agar hidupku menjadi orang yang tidak biasa. Salah satunya adalah dengan terus belajar, mencoba hal baru dan menerima semua tantangan yang datang. Beruntunglah ada buku ini yang semakin menambah keyakinanku bahwa orang introver adalah orang yang sukses.

 

Loehken memulai pembahasannya dari seputar kehidupan keluarga. Baik itu kiat bagaimana menjadi pasangan yang introver-ekstrover atau pasangan yang introver-introver. Bahkan sampai tips dan kiat membesarkan anak-anak yang introver atau ekstrover.

 

Kemudian pembahasan beralih ke dunia kerja, ke dunia yang lebih kompleks yang dialami oleh para introver. Disini orang introver banyak diuji tentang aktualisasi diri, cara berkerja sama dengan orang lain, tentang  ilmunya dan tentang cara ia bersikap dan berbicara dihadapan orang banyak. Kehidupan sosial seakan menjadi momok bagi orang introver. Nah dalam buku ini Loehken sedikit membagikan tips bagi orang introver dalam menghadapi itu semua.

 

Sebenarnya menjadi orang introver itu tidaklah sulit-sulit banget asal kita punya ilmu. Ilmu dan pengetahuan membuat kita menjadi lebih percaya diri. semakin banyak ilmu yang kita miliki maka kita akan lebih percaya diri dibandingkan orang introver yang tak memiliki ilmu. Karena jika seseorang introver sudah punya banyak ilmu otomatis orang itu rajin membaca buku kan. Nah dari buku-buku yang ia baca pastilah ada buku tentang motivasi yang mengajarkannya untuk jangan mudah menyerah dalam kehidupan ini sekaligus mengembangkan diri agar berani bermimpi dan mewujudkannya impian. Tentu hal ini akan berbeda dengan orang introver yang tak rajin membaca, ia akan terus depresi akibat kesendirian yang ia rasakan dan perlahan akan terbunuh oleh ketidakpercayaan dirinya.

 

Satu hal lagi yang kudapatkan dari buku Quiet Impact ini adalah ternyata orang introver memiliki karakter dan ciri yang identik dan sama di seluruh dunia. Tak peduli apapun suku dan bangsanya, ternyata orang introver itu seperti sebuah satu kesatuan. Karena ketika aku membaca buku ini seolah apa yang disampaikan kok seolah dekat dengan kehidupan sehari-hari. Padahal biasanya buku terjemahan tentang pengembangan diri itu isi dan penerapannya bisa berbeda di berbagai kultur dan negara. Yah meskipun buku ini tak semua tips bisa diambil dan sesuai dengan budaya kerja dan kehidupan di Indonesia. Tapi hal yang universal dalam buku ini adalah motivasinya untuk mengatasi berbagai hambatan orang introver sekaligus memanfaatkan kekuatan introver dalam berbagai situasi.

 

Sebagai seorang introver ini adalah buku yang sangat menarik yang perlu dibaca. Sebuah harta karun bagi pribadi introver.

Minggu, 31 Maret 2019

Resensi Buku : Cerita Pilu Manusia Kekinian





Penulis                : Edi AH Iyubenu                        
Penerbit              : IRCiSoD  – Yogyakarta                                                                                
Halaman             : 264 hlm; 14 x 20 cm
Cetakan/ Tahun : Pertama/ Februari 2016                  
Genre                  : Filsafat/ Non Fiksi
  
Timeline kita hari ini sungguhlah teramat buas mengerikan untuk disaksikan. Anda tak perlu butuh waktu lama untuk bersipapas dengan status, komen, atau share yang menista dan memfitnah orang lain Semua banjaran gosip, nyinyiran, pula fitnah, dirayakan dengan penuh girang, berksan penuh pahala, bagaikan memenuhi panggilan jihad fi sabilillah yang balasannya tiada lain adalah surga beserta 70 bidadarinya yang selalu perawan (hal 233).”


 Ditilik dari judul buku ini sudah keren, sekeren isinya. Jarang-jarang lho ya buku yang mengangkat fenomena-fenomena manusia kekinian (baca : modern) begitu menyentuh dan menghujam nalar dan lubuk sanubari. Biasanya buku-buku yang bertema serupa seolah hampa esensi, dengan kalimat demi kalimat yang kurang menggugah. Tapi buku Cerita Pilu Manusia Kekinian adalah pengecualian.
Edi AH Iyubenu adalah seorang penulis yang juga aktif di dunia sastra dan literasi. Banyak sudah buku yang diterbitkanya, namun baru buku ini lah karyanya yang kubaca pertama kali. Begitupun nama Edi yang baru di buku ini pula aku tau. Mengingat tulisannya yang segar dan menyentak, agak aneh aja kalau aku kurang mengenal Edi.
Cerita Pilu Manusia Kekinian adalah kumpulan tulisan tulisan Edi yang terdiri dari berbagai macam pembahasan. Namun muaranya tetap satu, menyorot keringnya jiwa manusia-manusia modern atau istilah Edi adalah manusia kekinian yang sudah jauh dari nilai-nilai luhur dan tradisional.
Edi membagi bukunya ke dalam dua bagian renungan. Pertama adalah renungan islami dan kedua adalah renungan lainnya atau renungan yang bersifat umum dan universal. Terus terang saja saat aku membaca tulisan pertama di buku ini yang berjudul Hiduplah dengan Selo, aku sudah sangat antusias dan jatuh cinta. Sangat terkesan dengan gaya bahasa Edi yang membuat filsafat tak begitu runyam, bahkan ia memberikan penjelasan yang mudah diterima oleh semua nalar baik awam sekalipun.
Di Bagian pertama bukunya dalam bab renungan islami, Edi banyak menyorot tentang fenomena sosial khususnya kehidupan islam di Indonesia masa kini. Tulisannya banyak menyentil kelakuan kita yang sudah banyak keluar dari substansi. Ia mengamati fenomena sosial yang berkembang di masyarakat atau sesuatu kejadian yang sudah viral lalu diberi tanggapan sesuai perspektif keilmuannya (filsafat). Namanya juga orang yang gemar berfilsafat yang notabene adalah orang yang cinta pada kebijaksanaan, maka tulisan Edi sebagian besar dapat kuterima.Beberapa contoh tulisannya adalah sikap keberagamaan kita sekarang yang begitu mudah memberikan label kafir kepada orang yang tak seiman, penghayatan keislaman kita, akun-akun islami yang marak bermunculan, masalah HTI, sampai urusan jodoh.
Tak Cuma disitu pada bagian renungan lainnya juga tak kalah hebat. Disitu ia banyak menulis tentang pilunya manusia kekinian yang telah menjadi hamba modernitas. Segalanya selau diukur dengan angka dan angka. Bukan kualitas tapi kuantitas. Keluarga tempat dimana seseorang pertama kali mendapatkan pelajaran kehidupan pun bukan lagi tempat yang nyaman bagi mereka. Bahkan ketika seseorang ditanya kunci kesuksesannya tak banyak yang menyebut salah satu kunci sukses adalah doa orang tua.
Begitulah tulisan-tulisan Edi ini sangat menarik dan mengunggah. Memang di bagian renungan islami hampir sebagian besar tulisan sangat ringan tak sulit untuk mencernanya, itu karena ia dengan detail memberikan penjelasan dan permisalan terkait tulisannya. Namun memasuki bab renungan lainnya, tulisan Edi agak sedikit berbobot dan berat. Tapi meski demikian, kita tetap dapat menikmati tulisannya. Sekali lagi karena tulisannya ringan dan diberikan penjelasan yang gamblang oleh sang penulis.
Akhirnya buku ini sangat dianjurkan dibaca, karena ia menghentakkan nalar dan nurani kita. Membuat kita setelah membacanya akan berpikir, “Oh iya ya bener juga.” pokoknya ini buku sangat dekat dengan keseharian kita dan sangat dekat dengan pokok kejadian yang pernah hangat di tanah air. Membaca ini kita dapat memiliki penambahan pengetahuan dan suntikan kebijaksanaan dalam memaknai hidup ini.
Pokoknya ini buku filsafat paling ringan yang aku baca. Buku yang sangat bagus. Dan buku tentang fenomena sosial masa kini yang sangat memberikan kesadaran. Wajib dibaca nih.




Rabu, 02 Mei 2018

Resensi Buku : Membedah Tantangan Jokowi-JK


Penulis                :                            
Penerbit               : Indoprogress – Tangerang (Banten)                                                            
Halaman             : xvii + 304 hlm; 140 x 203 mm
Cetakan/ Tahun : Pertama/ Desember 2014
Genre                  : Non Fiksi

Saat tulisan ini dibuat pemerintahan Jokowi – JK sudah berjalan sekitar hampir 4 tahun. Sejatinya hal tersebut bukanlah umur pemerintahan yang bisa dibilang baru. Jusrtu dapat dikatakan sebuah pemerintahan yang sedang memasuki masa evaluasi, karena tahun 2018 sudah memasuki tahun politik

 Setidaknya banyak program dan kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh Jokowi – JK selama ini. Namanya kebijakan pasti akan selalu menimbulkan pro dan kontra. Setiap tindakan dan pilihan pemerintahan apakah ia peduli maupun tidak itu sudah masuk ke dalam ranah keputusan atau pengambilan kebijakan. Sehingga wajar kemudian jika ada keluhan dan kritikan yang muncul akibat tidak terakomodirnya berbagai macam tuntunan masyarakat.

Negara seluas Indonesia ini memang memiliki tingkat kesulitan dan tantangan yang tidak kecil. Setiap pemerintahan pasti akan mewarisi berbagai macam problema masa pemerintahan sebelumnya. Itu kemudian ditambah lagi dengan munculnya berbagai macam tantangan dan masalah baru selama pemerintahannya berjalan. Jika boleh menyimpulkan lagi negara sebesar Indonesia ini memiliki segudang masalah yang harus diatasi. 

Buku Membedah Tantangan Jokowi – JK ini menjabarkan tentang tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh Pemerintahan Jokowi – JK periode 2014-2019 dari perspektif berbagai sektor. Demi luasnya cakupan dan dalamnya pembahasan, setiap bab memiliki pembahasan yang berbeda dengan bab lainnya. Begitupun dengan para penulis yang berkontribusi dalam buku ini memiliki latar pemahaman dan profesi yang berbeda-beda pula. Setidaknya ada sekitar 19 penulis yang terlibat dalam buku ini dengan pembahasan yang berbeda. Buku ini menjadi sebuah buku yang menguraikan berbagai macam permasalahan bangsa ini (meskipun tidak komprhensif), yang masih belum tuntas dan harus diselesaikan oleh Pemerintahan Jokowi – JK.

Buku yang sebagian besar tulisannnya ditulis dengan pendekatan ilmiah dan teoritis ini memberikan gambaran keadaan bangsa ini dan menganalisisnya dalam kerangka program kerja Jokowi. Buku ini dituliskan dan diterbitkan di akhir tahun 2014 atau 2 bulan pasca Jokowi dilantik sebagai presiden Republik Indonesia Ke- 7.  Sehingga isi buku ini kalau dilihat dari sisi merupakan sebuah ramalan tentang apa yang akan terjadi jika kebijakan yang diambil seperti ini atau seperti itu. Sebagian besar tantangan yang dipaparkan disini memang benar masih menjadi hal krusial yang harus dipecahkan.

Menarik memang jika harus dikatakan bahwa buku ini sangat relevan dibaca pada masa pemerintahan yang sudah berjalan lebih dari setengah periode di 2018 ini. Jika para penulis (saat itu) hanya dapat menerka dan menduga kebijakan yang akan diambil Jokowi - Jk terkait permasalahan bangsa. Lain halnya jika buku ini dibaca pada masa sekarang ini. Selain mendapatkan rumusan umum suatu permasalahan, pembaca juga langsung dapat mengevaluasi arah kebijakan pemerintahan ini. Pembaca juga dapat memberikan penilaian apakah pemerintahan Jokowi – JK sekarang ini sudah sesuai dengan program kerja dan janji kampanyenya. Dan sekaligus juga berpikir kritis terkait kebenaran analisa para penulis buku ini.

Meski bahasa dan pendekatan buku ini kurang menggugah pembaca awam, namun  pada akhirnya buku ini cukup bagus dibaca untuk menambah pemahaman kita terhadap permasalahan bangsa dan sekaligus memberikan evaluasi terhadap pemerintahan Jokowi – JK yang akan berakhir di 2019 tahun depan.



Senin, 30 Oktober 2017

Resensi Buku : Rumah Tangga Nabi Muhammad SAW



Penulis            : H.M.H. Al-Hamid Al Husaini                          
Penerbit          : Pustaka Hidayah -  Bandung                                                                           
Halaman        : 1227
Tahun             : 2011 (cetakan IV)

Subhanallah mantap. Itulah kalimat yang kiranya tepat untuk menggambarkan betapa kayanya buku karya penulis asli orang Indonesia ini. Seumur hidupku berkecimpung di dunia baca membaca, karya inilah buku yang paling tebal yang pernah aku baca dan tuntaskan. Biasanya buku paling tebal yang pernah kubaca hanya berkisar di angkat 500 lembar, tapi buku ini sungguh fantastis sekitar 1200 halaman lebih. Buku setebal itu mampu kuhabiskan dalam waktu sekitar 1 bulan lebih.

Bukan halaman yang bejibun itu membuat buku ini istimewa. Tetapi konten dari buku inilah yang membuat buku ini luar biasa. Karena buku ini berisi tentang banyak ilmu dan pengetahuan sejarah islam di dalamnya. Ditambah lagi bahasanya yang ringan dan mudah dimengerti layaknya membaca sebuah novel. Tidak sembarang comot riwayat, penulis buku ini dengan sangat hati-hati menganalisa dan mencari kecocokan mana riwayat yang umum diterima oleh para ulama dan pemerhati sejarah islam. Sehingga isi buku ini insya allah dapat dipertanggungjawabkan  kelurusannya.

Biasanya sirah nabawiyah yang beredar di Indonesia sebagian besar adalah karya terjemahan dari penulis timur tengah. Indonesia beruntung memiliki H.M.H Al-Hamid Al-Husaini (Alm) ulama yang pandai menulis dan mendokumentasikan pikirannya dalam sebuah buku. Sehingga buku yang awalnya diterbitkan pada tahun 1992 kemudian di revisi pada 2007 ini akan menjadi salah satu khasanah asli bangsa Indonesia mengenai sejarah keislaman khususnya tentang rumah tangga Nabi Muhammad SAW.

Buku lain karya penulis Indonesia memang banyak yang mengulas tentang keluarga Rasulullah SAW juga. tapi rasanya tak ada yang selengkap buku ini. Sehingga tak berlebihan jika buku ini dijadikan sebagai salah satu bacaan wajib bagi umat islam Indonesia untuk memperdalam keilmuannya mengenai sejarah masa lampau kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW.

Sesuai judulnya, buku ini hanya fokus kepada kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW. Rumah tangga disini tidak hanya sebatas kisah kehidupan Rasulullah dan para istrinya saja, tetapi juga menceritakan secara detail kehidupan anak, cucu dan cicit nabi Muhammad SAW. 

Memang tak semua anak, cucu dan cicit rasulullah yang dikemukakan khusus dalam buku ini. Seperti misalnya tentang tiga anak lelaki nabi Muhammad SAW yang meninggal saat mereka masih kecil. Karena sangat sedikit riwayat mengenai mereka, maka penulis memilih tidak memasukkan ketiganya dalam satu pembahasan khusus. Sehingga tanpa maksud penulis untuk pilih kasih, penulis hanya mengemukakan keturunan Rasulullah SAW yang banyak diriwayatkan orang dan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam sejarah islam.

Di Bab awal penulis membuka pembahasan dengan kisah para bunda nabi. Diantara bunda nabi yang dikemukakan di bab ini adalah bunda nabi Ismail as, Musa as. Isa as. dan Nabi besar Muhammad SAW. Mengisahkan betapa besarnya pengorbanan seorang bunda kepada anaknya.

Di bagian kedua penulis mulai bercerita tentang istri nabi Muhammad SAW mulai dari Khadijah ra. sampai dengan Maimunah Binti Al-Harits. Total istri nabi Muhammad SAW sampai akhir hayatnya adalah 12 orang. Tentu saja ke 12 orang itu tidak dinikahi sekaligus. Melihat jumlah yang banyak itu, tentu ini akan dimanfaatkan oleh orang yang tidak suka dengan islam untuk menyerang nabinya. 

Perlu diketahui bahwa Rasulullah SAW menikahi ke 12 orang wanita itu bukan karena  nafsu. Tapi lebih disebabkan untuk menolong dan perasaan tidak enak untuk menolak. Seperti yang diriwayatkan dalam buku ini, ada beberapa istri nabi Muhammad SAW yang merupakan anak sahabat beliau sendiri, ada pula yang janda sahabat beliau juga. Karena tidak enak menolak permintaan sahabat untuk menikahi anaknya, beliau pun menikahi beberapa orang wanita sepeninggal istri terkasihnya Khadijah ra.  Ada pula beliau menikahi Ummu Habibah anak musuh beliau si Abu Sufyan. Hal ini dilakukan semata agar keluarga Abu Sufyan tidak merasa dikucilkan masyarakat karena pernah memerangi nabi Muhammad SAW. Ini juga dilakukan sebagai kebaikan akhlak Rasulullah menjalin silaturahmi dengan orang yang pernah memusuhinya.

Hal utama dan menarik yang perlu dikemukakan disini adalah Khadijah ra. adalah istri Nabi Muhammad SAW yang pertama dan utama. Hanya melalui rahim Khadijah lah Rasulullah SAW beroleh keturunan yang terus tersambung hingga hari ini. Sedangkan istrinya yang lain tidak melahirkan anak untuk nabi Muhammad SAW. Hanya Mariyah lah istri nabi yang lain yang melahirkan seorang anak lelaki yang diberi nama ibrahim. Namun rupanya Allah berkehendak lain dengan mewafatkan ibrahim saat usianya masih balita. Praktis hanya keturunan Khadijah lah yang menjadi garis riwayat nabi Muhammad SAW.

 Selama Khadijah ra. hidup, Rasulullah SAW tidak pernah menikahi wanita lain. Khadijah tidak hanya seorang istri, ia juga menjadi wanita pertama yang beriman dan masuk islam. Ditambah dengan pengorbanan dan pendampingan yang dilakukan oleh istrinya sejak sebelum masa kenabian sampai setelah masa kenabian yang berat, tak heran jika nabi Muhammad SAW amat merindukan dan menyayangi istrinya tersebut.

Di bagian ketiga penulis mulai bercerita tentang anak dan cucu nabi Muhammad SAW. Dimulai dengan menceritakan riwayat anak-anak perempuan, cucu dan cicit nabi Muhammad SAW. Di bagian empat penulis bercerita mengenai riwayat cucu dan cicit nabi muhammad SAW.

Di episode inilah saya jadi tahu tentang riwayat tragedi karbala. Disini pulalah aku jadi tahu bagaimana perebutan politik saat itu sudah menjalar di dunia islam. Kemudian persatuan dan kesatuan umat mulai goyah. Pertentangan dan perselisihan antar sesama umat islam kian tak terbendung selepas kekhalifahan Umar bin Khatab Muawiyah yang merebut kekuasaan secara tidak sah, mulai menetapkan sistem kerajaan di dunia islam. Dimana sebelumnya sistem pemerintahan islam adalah ke khalifahan. 

Banyak mudarat yang dilakukan oleh dinasti Ummayah dibawah kepemimpinan Muawiyah. Salah satu yang paling diingat dan tercatat dalam sejarah adalah tragedi Karbala yang menewaskan cucu kesayangan Nabi Muhammad SAW Husain ra. Padang karbala di dekat kota Kufah (sekarang irak) menjadi saksi bahwa ada kekhalifahan zalim yang mengaku islam tega membantai ahlul bait rasulullah SAW. Hal ini akan menjadi sejarah yang paling diingat di dunia islam. Layaknya pengkhianatan G30S di Indonesia, sejarah tragedi karbala ini pun boleh dibilang sebagai sejarah kelam dunia islam.

 Itulah pembahasan terakhir dan terbanyak di buku ini mengenai riwayat anak cucu nabi Muhammad SAW. Sebagian besar bercerita tentang kehidupan keras ahlul bait rasulullah sepeninggal nabi agung akhir zaman. 

Mungkin karena sang penulis sadar bahwa hampir sebagian besar pembahasannya banyak mengagungkan ahlul bait nabi Muhammad SAW khususnya dari pasangan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Muhammad. Sehingga takut kalau buku ini dicap sebagai syiah, penulis pun membeberkan beberapa tulisan tentang syiah di akhir bab ini. 

Dari bab tersebut dapat dikatakan bahwa sang penulis adalah seorang ahlu sunah wal jamaah, bukan syiah. Karena makna syiah sendiri sekarang ini sudah berbeda dengan gerakan politik pada zaman Hasan dan Husain. Dulu syiah itu masih lurus,, karena mereka adalah kelompok yang mencintai ahlul bait (keturunan) nabi muhammad SAW dari garis Ali bin Abi Thalib. Sedangkan Syiah yang sekarang sudah banyak menyimpang dari ajaran islam dan banyak memasukkan tahayul kedalam ajaran mereka. Suatu hal yang terlalu jauh dari nilai-nilai islam. 

Maka dari itu, seseorang yang mencintai ahlul bait bukanlah seorang syiah, karena nabi Muhammad SAW sendiri dalam beberapa hadist shahih seringkali mewajibkan agar umatnya mencintai ahlul bait beliau.

Begitulah buku ini ditulis. Buku ini memberikan magnet bagi pembacanya untuk terus membaca dan membaca menghabiskan buku ini. Sehingga walaupun bukunya tebal, tapi tidak memupuskan minat untuk terus membaca hingga akhir. Karena gaya penulisannya sangat Indonesia sekali, bahasanya pun tidak ribet. 

Selain itu juga yang menarik adalah pemaparan riwayat kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW dalam buku ini ditulis dalam bahasa ala novel yang membumi dan manusiawi sekali. Sehingga tak sulit bagi pembaca untuk membayangkan adegan demi adegan yang tersaji dalam buku ini. Pun kehidupan nabi muhammad SAW lebih terlihat membumi sama seperti kehidupan rumah tangga manusia lainnya kebanyakan. Hanya saja beliau lebih mulia dan penuh teladan dan kebaikan. Semoga Allah SWT memberikan tempat yang mulia bagi nabi Muhammad SAW dan ahlul bait beliau. Amiin.

Dan tak lupa juga semoga amal kebaikan dan ilmu yang dituangkan dalam buku ini dan buku lainnya akan menjadi amal jariyah bagi almarhum H.M.H. Al-Hamid Al Husaini yang telah wafat pada tahun 2002 silam. 

Akhirnya buku ini harus dibaca oleh segenap umat muslim di manapun berada. Karena buku ini penuh informasi dan sejarah mengenai keislaman yang bersumber dari riwayat hadisth yang shahih. Sehingga isi buku ini dapat dipertanggungjawabkan. Terakhir saya kutip pernyataan dari penulis yaitu: MENCINTAI AHLUL BAIT BUKAN BERARTI SEORANG SYIAH

Rabu, 23 Agustus 2017

Resensi Buku : Mengaktifkan Alam Bawah Sadar Manusia






Penulis            : Darmanto, S.Psi                                    
Penerbit          : Tugu Publisher  -  Yogyakarta                                                                          
Halaman        :  212
Tahun             :  2012


Manusia ini adalah mahluk yang sangat istimewa. Ia diciptakan Allah SWT. sangat berbeda dan mulia dibandingkan mahluk lainnya. Salah satu keutamaan manusia adalah karena ia mempunyai akal budi atau yang bisa disebut dengan pikiran. Pikiran manusia yang dianugerahi oleh Tuhan memiliki kemampuan yang jauh lebih canggih daripada komputer manapun. 

Namun sayang potensi otak dan pikiran manusia ini hanya sedikit orang saja yang dapat mengoptimalkannya lebih besar. Pikiran manusia dibagi menjadi dua yaitu pikiran sadar dan pikiran alam bawah sadar. Pikiran sadar adalah pikiran yang muncul dan terjadi saat kita terjaga. Misalnya saat aku menulis tulisan ini, sangat aku makan, membaca dan segala hal yang kulakukan secara sadar dan kupikirkan. Kebalikannya dengan Alam bawah sadar, ia merupakan pikiran yang dapat diakses ketika gelombang otak kita sedang berada di frekuensi yang rendah, yaitu disaat kita melamun, saat setengah tidur, atau saat kita tertidur pulas.

Alam bawah sadar inilah yang diklaim oleh para ilmuwan sebagai potensi gunung es dari pikiran manusia yang tersembunyi. Dikatatakan bahwa sekitar 88% potensi pikiran manusia sebagian besarnya berada di alam bawah sadar manusia. Alam bawah sadar memiliki segudang informasi  yang kita dapatkan sejak otak terbentuk di dalam rahim hingga kita sekarang ini. Bayangkan betapa banyak informasi itu tersimpan.

Mungkin kita sudah lupa sama sekali bagaimana kita dulu sewaktu kecil belajar berjalan, lupa bagaimana pertama kali kita melihat dunia, bahkan kita juga lupa bagaimana kita menangis ketika kita dilahirkan. Tak ada manusia yang tau itu. Tapi di alam bawah sadar, memori itu masih tersimpan. Hanya saja yang jadi masalah cara mengakses ke wilayah itu yang agak susah. Bahkan hampir dikatakan sangat sulit.

Tak cuma menyimpan informasi yang pernah kita alami. Alam bawah sadar juga mengatur gerak biologis semua organ yang ada di tubuh kita. Detak jantung, proses pencernaan, pernafasan dan segala hal dalam tubuh kita bergerak karena aturan dari alam bawah sadar.

Ada satu contoh yang menarik mengenai cara alam bawah sadar bekerja. Kita mungkin ingat saat pertama kali kita belajar naik sepeda, atau belajar mengendari sepeda motor. Mungkin saat pertama kali kita akan berpikir keras, bagaimana ini menyeimbangkannya agar tidak jatuh, bagaimana menginjak rem, bagaimana mengurangi transmisi gear pada motor. Tentu kita pada awalnya dengan tekun memperhatikan semuanya. Karena saking kacaunya pikiran kita akhirnya kita pun jatuh. Tapi ketika hal itu sudah menjadi kebiasaan, keahlian berkendaraan itu sudah tidak lagi menjadi perhatian kita. Sudah tidak perlu repot lagi memperhatikan letak rem, cara mentransmisikan gear. 

Disinilah alam bawah sadar mulai mengambil perannya. Tanpa alam bawah sadar mungkin kita selamanya akan terus melihat letak rem dan letak pedal gigi setiap kali berkendara. Bahkan Cuma itu, berkat alam bawah sadar, kita  pun bisa melakukan multitasking di sambil berkendaraan. Kadang kita bisa sambil ngobrol saat menyetir, sambil dengar musik, sambil berhkhayal, sambil merokok dan adapula yang berkendara sambil main handphone.

Tapi jauh diatas itu semua, Alam bawah sadar bermanfaat  menyimpan segala jawaban atas berbagai macam persoalan yang melanda hidup kita. Intuisi, impian, imajinasi, ilham, inspirasi dan segalanya merupakan produk alam bawah sadar yang sangat membantu kehidupan kita. Manusia jaman modern ini seringkali dihadapankan pada berbagai macam problema hidup. Mudahnya orang mengalami stress, tekanan batin, sakit mental dan sebagainya merupakan bukti bahwa manusia juga membutuhkan pengobatan terhadap pikirannya. Namun hanya alam bawah sadarlah yang mampu melakukan itu semua.

Lantas bagaimana cara mengakses alam bawah sadar itu. Melalui buku Mengaktifkan Alam Bawah Sadar Manusia yang ditulis oleh Darmanto, S.Psi ini ia membeberkan sedikit cara agar kita bisa masuk ke alam bawah sadar. 

Apa yang disampaikan dalam buku ini sebenarnya lebih kepada pengenalan akan potensi alam bawah sadar. Namun untuk cara mengaktifkannya, di buku ini penulis lebih banyak menganjurkan kepada pembaca untuk berkonsultasi dan mendatangi seorang ahli hipnoterapis. Dalam salah satu bab aku sedikit tertarik dengan konsep kerja alam bawah sadar yang dikatakan penulis. Disitu ia mengatakan bahwa hal yang paling penting untuk mewujudkan impian adalah dengan membayangkan, dirasakan, diucapkan dan dilakukan secara berulang. Konsep yang sangat mirip dengan konsep law attraction.

Selain memuat tentang informasi mengenai manfaat alam bawah sadar, buku ini juga memuat tentan informasi dan motivasi tentang impian. Disini tampaknya penulis tidak lagi membahas tentang cara kerja alam bawah sadar yang supranatural. Tapi di bagian ini penulis lebih menekankan motivasi kepada pembaca. Tema motivasi yang diberikan kurang lebih sama dengan motivasi tentang impian yang banyak kita dengar dan kita baca.

Meskipun buku ini hanya menunjukkan sedikit cara untuk menuju alam bawah sadar. Tak seperti yang dikatakan oleh judulnya. Tapi setidaknya buku ini berisi tentang informasi penting mengenai adanya alam bawah sadar. Sehingga kita menjadi peduli dan sadar akan keberadaan pikiran yang penuh potensi ini. Diharapkan dengan self meditation atau dengan bantuan ahli hipnoterapis kita dapat menggali potensi di pikiran bawah sadar. Dan ditambah pula dengan tulisan-tulisan tentang impian di buku ini yang mudah-mudahan dapat mensugesti otak dan meresap ke alam bawah sadar. Lalu pada akhirnya akan dapat mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik.  Salah satu buku yang cukup bagus.

Selasa, 18 Oktober 2016

Resensi Buku : My Life as Film Director





Judul Buku     : My Life as Film Director                                 
Penulis            : Haqi Ahcmad
Penerbit          : PlotPoint Publishing (PT. Bentang Pustaka)
Tahun             : 2012
 

Dengan berkembangnya teknologi, maka segala hal yang berhubungan dengan dunia digital pun kian hari kian mudah saja. Akses yang begitu mudah di media sosial, memberikan berbagai macam kemudahan tentang apa yang ingin kita geluti. Termasuk menjadi seorang sutradara. 

Menjadi seorang sutradara tampaknya menjadi salah satu peranan yang cukup banyak digeluti oleh anak muda. Setidaknya Hal ini bisa terlihat dari tingginya antusiasme anak muda dalam mengikuti festival film yang banyak diselenggarakan. Selain itu banyaknya film pendek yang di unggah ke media sosial dapat menjadi sebuah tanda bahwa menjadi sutradara sekarang ini cukup bergengsi.

Benarkah menjadi sutradara sekarang semudah itu. Kalau secara independent sih iya mudah sekali. Asal punya kamera aja, sudah bisa buat film, kemudian di edit lalu unggah ke media sosial untuk di promosikan. Namun jika ingin menjadi sutradara di industri perfilman nasional memang tidak semudah itu. Ada suatu proses panjang yang mesti dijalani. 

Melalui buku ini yang ditulis oleh Haqi Achmad yang berjudul My Life as Film Director, proses-proses itu terlihat cukup masuk akal dan dapat ditempuh dengan mudah oleh siapa saja. Dalam buku yang membahas tentang kehidupan sutradara ini kita banyak belajar tentang jalan hidup beberapa sutradara ternama Indonesia dalam merintis karir dari awal. Beberapa sutradara yang dibahas dalam buku ini diantaranya adalah : Hanung Bramantyo, Joko Anwar, Ifa Isfansyah, dan Sammaria. Keempat sutradara itu namanya sudah malang melintang di jagat perfilman nasional. 

Haqi Achmad dalam buku ini tidak bercerita tentang teknis bagaimana penyutradaraan sebuah film. Lagipula kalau itu dilakukan oleh Haqi Achmad, justru buku ini terasa kurang seru. Sebaliknya buku ini lebih menyajikan spirit perjalanan hidup keempat sutradara ini dalam menapaki karir di industri perfilman mulai dari nol. My Life as Director Film banyak memberikan suntikan motivasi kepada para pembaca yang memiliki minat untuk menjadi seorang sutradara. Bahwa segala hal yang kita tekuni dengan sungguh-sungguh bukan tidak mungkin akan berbuah kesuksesan.

Menjadi sutradara tidak mesti harus sekolah film, tidak mesti harus seorang yang menimba ilmu di institut seni. Joko Anwar dan Sammaria membuktikannya. Joko Anwar yang merupakan alumnus ITB, sempat menjadi seorang wartawan dan kritikus film sebelum menjadi seorang sutradara. Lain lagi dengan Sammaria yang merupakan seorang sarjana teknik yang sempat bekerja sebagai arsitek di perusahaan singapura. Tapi meskipun bukan berlatar belakang seni dan film, setidaknya mereka memiliki kegemaran dan passion di bidang film.

Lantas bagaimana keempat sutradara ini memulai debutnya di perfilman nasional? Joko Anwar membuka jalan karirnya sebagai sutradara dimulai dari wartawan dan kritikus film, suatu ketika ia dapat kesempatan mewawancarai penulis skenario terkenal. Dari sinilah Joko Anwar coba menawarkan skrip Janji Joni yang kemudian menjadi jalan baginya menjadi sutradara.

Ifa Isfansyah sebelum menjadi sutradara film layar lebar, namanya sudah tidak asing di jagat film-film pendek. Sebelumnya ia adalah orang yang sering bikin film-film pendek. Hingga suatu ketika film pendeknya yang berjudul Mayar berhasil menarik perhatian publik dan berhasil memenangkan festival film. Kemudian tawaran untuk menyutradarai film panjang pun berdatangan menghampiri Ifa.

Sedangkan Hanung bisa dikatatakan mulus dan mudah saja karirnya. Setelah ia lulus kuliah di IKJ, ia sudah merintis karir membuat film dan menyutradarai beberapa sinetron dan FTV.  Lain dengan Sammaria yang lamarannya untuk bekerja beberapa kali di tolak oleh Production House. Hingga akhirnya ia nekat membuat film sendiri. Siapa sangka film pertamanya pun sukses dan mendapat penghargaan sebagai skenario terbaik. Dari sinilah jalannya mulai terbuka sebagai Sutradara di perfilman tanah air.

Jika dilihat dari perjalanan keempat sutradara itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa segala hal yang ingin kita capai, dapat terwujud jika kita bersungguh-sungguh. Jika kita fokus dan benar-benar menyukai hal-hal yang berbau film. Bukan tidak mungkin kita akan bisa seperti keempat sutradara itu. Lihat  saja jalan hidup sutradara-sutradara itu seperti dipenuhi keberuntungan karena kekuatan fokus dalam diri mereka. Sebagian besar jalannya dimudahkan. Ada yang baru bikin film pertama langsung goal, ada yang sudah merintis karir dengan menyutradarai sinetron dan ada pula yang menjadi wartawan terlebih dahulu.

Ditulis dengan bahasa yang menarik, mudah dicerna dan enak dibaca, buku ini sangat recommended dan wajib dibaca bagi siapapun yang ingin jadi sutradara. Meskipun bukan buku yang bercerita tentang teknis penyutradaan, tapi setidaknya buku ini bermuatan nilai yang “provokatif” dan ingin menyampaikan bahwa siapa saja bisa menjadi sutradara. Dengan halaman yang full color, tata letak yang  dan huruf yang bagus, membaca buku ini jadi lebih menyenangkan.

Akhir kata, saya kutipkan pernyataan dari Ifa Isfansyah :
 “Satu-satunya cara agar bisa menjadi sutradara adalah dengan membuat film. Enggak ada cara lain hanya membuat film. Jadi kalo mau jadi sutradara bikinlah film”




Label