Rabu, 27 September 2017

Impian Transportasi Kereta Api di Kalimantan

Logo PT. Kereta Api Indonesia (KAI)


Pulau Kalimantan adalah pulau yang terluas kedua di Indonesia dan terluas ketiga di Dunia.  Selain itu dengan luas hutan yang masih sangat luas, tak heran jika kalimantan sering disebut sebagai paru-parunya dunia.

Pulau kalimantan yang berada di wilayah administrasi negara Indonesia memiliki luas sekitar 544.150 Km2. Terbagi menjadi 5 provinsi diantaranya Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara.

Dengan wilayah yang demikian luas itu, jangan kira jarak antara satu provinsi ke provinsi lainnya di pulau kalimantan ini cukup dekat. Jarak antar provinsi yang paling berdekatan saja di Kalimantan jaraknya sekitar 180 Km, yaitu antara Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Kalimantan Selatan. Jarak ini kira-kira setar dengan jarak antara Semarang-Yogyakarta. Jika disebutkan lagi jarak antar provinsi lainnya di Kalimantan tentu akan kita dapatkan angka yang lumayan besar. Misalnya jarak antara Palangka Raya dan Pontianak sekitar 1022 Km, lalu jarak antara Palangka Raya ke Samarinda sekitar 776 Km, kemudian lebih jauh lagi jarak antara Palangka Raya ke Tanjung Selor adalah sekitar 1033 Km.

Saat ini transportasi utama yang dapat digunakan di Kalimantan adalah jalur darat. Namun jalur trasportasi darat yang terhubung melalui jalan trans kalimantan kurang begitu populer dan terdapat beberapa kendala. Karena disebabkan beberapa faktor diantaranya:

1)  Jarak tempuh yang bisa memakan waktu seharian; sebagai gambaran jika dari Palangka Raya menuju ke Samarinda dengan jarak sekitar sekitar 776 Km maka akan memakan waktu sekitar 17 jam perjalanan. Jika naik bus angkutan umum kemungkinan akan lebih lama lagi.
2)  Kondisi infrastruktur jalan raya trans kalimantan yang masih belum memadai; jalan trans kalimantan yang menghubungkan seluruh provinsi di Kalimantan saat ini saja masih belum tersambung sepenuhnya ditambah lagi dengan kerusakan jalan di beberapa titik.

Dengan jarak yang lumayan jauh dan masalah infrastruktur jalan trans kalimantan itu, akhirnya masyarakat di kalimantan merasa “asing” dengan tetangganya di provinsi lain yang berada dalam satu pulau. Karena jauhnya jarak yang memisahkan, sesama orang kalimantan akhirnya tak ada yang saling mengunjungi kota dan tempat wisata tetangganya di kalimantan. Padahal idealnya sebagai sesama penduduk kalimantan, kurang afdol jika belum menjelajah habis kota lain yang ada di pulau Borneo ini.

Hanya Kota Palangka Raya  dan Kota  Banjarmasin saja warganya yang sering berinteraksi. Itupun karena jarak yang cukup dekat. Karena jaraknya yang relatif dekat itulah, akhirnya  lalu lintas trans kalimantan poros selatan ini menjadi jalur yang paling ramai dilalui di pulau Kalimantan. Dampak dari mudah dan dekatnya transportasi Palangka Raya dan Banjarmasin yaitu lancarnya arus distribusi barang di kedua kota ini.

Sebagai alternatif, saat ini memang sudah mulai dirintis penerbangan yang menghubungankan beberapa ibukota provinsi di Kalimantan. Tapi tentu saja lazimnya semua penerbangan, biayanya dirasa masih relatif berat bagi sebagian besar masyarakat di kalimantan. Bahkan harga tiketnya saja kurang lebih sama seperti penerbangan ke luar Kalimantan. Tak salah Dengan harga tiket demikian, maka sudah barang tentu masyarakat lebih memilih terbang ke luar pulau dengan destinasi wisata yang sudah lebih populer dibandingkan terbang di sekitar pulau sendiri.

Rencana dari pemerintah pusat untuk membangun transportasi kereta api di pulau Kalimantan sekitar 1 dekade yang lalu seakan menjadi angin segar bagi dunia transportasi di borneo. Moda trasnportasi kereta api merupakan dambaan setiap masarakat di Kalimantan yang sejak saat itu entah kapan akan dapat terwujud.

 Rencana itu pun di era presiden Joko Widodo coba dipercepat dengan mematok target tahun 2019 jalur Palangka Raya-Banjarmasin sudah dapat terhubung dengan rel kereta api. Entah di tahun berapa kah realisasinya nanti seluruh kota dan provinsi di Kalimantan dapat saling terkoneksi dengan jalur rel kereta api tersebut.

Hampir sebagian besar negara maju sekarang ini sudah mengandalkan moda transportasi berbasis rel ini. Dapat dikatakan untuk jalur darat, transportasi kereta api merupakan pilihan utama di wilayah yang jarak antar kotanya cukup jauh. Namun di Indonesia sendiri moda transportasi ini masih terbatas  di pulau jawa dan di pulau Sumatera saja. Mengingat luas Indonesia yang sangat besar, transportasi kereta api sangat diperlukan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Khususnya masyarakat Kalimantan.

Awalnya ide pembangunan koneksi  kereta api di seluruh wilayah Kalimantan ditujukan untuk mengangkut hasil tambang dan komoditas industri lainnya ke pelabuhan. Tapi seiring urgensinya transportasi massal kereta api yang dapat mengangkut orang, akhirnya dibuat juga rencana untuk pembuatan jalur kereta api yang akan mengangkut penumpang di seluruh provinsi di Kalimantan.

Bayangkan saja jika nanti jalur kereta api trans Kalimantan sudah seluruhnya terkoneksi. Betapa cepatnya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di pulau Kalimantan. Distribusi barang akan lancar beredar antar kota dan provinsi, dan tentu saja dapat menekan biaya kebutuhan menjadi lebih murah.

Jalur distribusi yang tadinya melalui jalan raya akan beralih ke jalur kereta api yang lebih efektif dan efisien. Truk-truk bermuatan besar yang tadinya sering melintas di jalan raya Trans Kalimantan perlahan akan berkurang jumlahnya. Praktis akan membuat jalan trans Kalimantan relatif kuat dan tahan lama karena jarang dilintasi truk bermuatan besar. Sehingga alokasi anggaran untuk perbaikan jalan negara itu pun akan dapat dimanfaatkan ke sektor lain. Biarlah jalan raya trans Kalimantan itu nantinya akan digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif transportasi darat lintas Borneo.

Dari segi pariwisata juga akan dapat memberikan keuntungan bagi semua kota di Kalimantan. Transportasi yang murah, mudah dan cepat akan memungkinkan setiap masyarakat saling berkunjung ke provinsi tetangganya di Kalimantan. Sehingga tadinya masyarakat Palangka Raya yang belum pernah ke Samarinda bukan tidak mungkin setelah adanya kereta api akan sering bolak balik ke kota tersebut dan begitupun sebaliknya. Hal ini tentunya akan menambah pemasukan daerah di bidang pariwisata bagi provinsi tersebut. Sehingga akan terwujud solidaritas dan konektivitas masyarakat kalimantan yang tanpa sekat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di Kalimantan saat ini masih belum ada satupun berdiri stasiun utama kereta api. Maka sudah seyogyanya pembangunan stasiun perdana itu nanti akan dibuat lebih modern dan megah sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga stasiun utama tersebut nantinya akan dapat memberikan kenyaman dan mengakomodir semua kebutuhan penumpang. Ruang tunggu yang nyaman, ada tempat untuk charger listrik, tempat makan, toilet dan fasilitas mantap lainnya. Tidaklah berlebihan jika diharapkan nantinya kenyamanan fasilitas dan pengelolaannya berkelas tinggi.

Apabila kelak Ibukota Pemerintah Republik Indonesia jadi pindah ke pulau Kalimantan, maka demi menunjang mobilisasi penumpang antar kalimantan dan negara tetangga, mungkin sudah saatnya ada peningkatan moda kereta api menjadi kereta api super cepat. Seperti kereta api Shinkansen di Jepang yang kecepatannya bisa tembus 300 Km/jam lebih.


Tapi itu nanti dulu, saat ini mimpi yang sangat dekat dan realistis dengan masyarakat Borneo adalah dapat terwujudnya sistem transportasi Kereta Api Trans Kalimantan di bumi khatulistiwa. Harapan itulah yang kiranya segera dan urgen sekali terwujud di pulau Kalimantan. Semoga dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah pusat, berbuah manis kepada proyek pengembangan kereta api di Kalimantan.